“Iblis menjawab, ‘Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka’” (QS. Shad: 82-83).
Di antara bentuk kemurnian ketaatan kepada Allah adalah hadirnya keikhlasan di dalam hati dalam beramal. Sepertinya ikhlas membantu orang-orang yang sedang menderita kesusahan. Jangan sampai terbersit di dalam hati untuk mencari muka atau menyombongkan diri, tetapi lebih kepada upaya mencari ridha Allah.
Apalagi rasa ikhlas dalam beramal sama dengan hadirnya bantuan bagi diri kita sendiri. Sebab, ikhlas bukan hanya menjadi syarat diterimanya amalan, tetapi juga bagaikan perisai bagi suatu amalan yang dilakukan setiap hamba yang beriman. Ikhlas karena Allah bisa membantu menahan dahsyatnya godaan setan yang ingin mengacaukan niat dalam hati. Dengan kata lain, ikhlas termasuk strategi penting dalam mengelola amalan.
Ibnu Qayyim rahimahullah mengibaratkan ikhlas sebagai ruh atau nyawa. Sedangkan jasadnya adalah amal perbuatan yang baik. Jadi bisa dibayangkan bagaimana keadaan jasad tanpa nyawa.

mangakukaa ...
BalasHapus