"DHIANHY Print & Graphic's" Menerima : Pengetikan Komputer, Cetak Undangan, Instal PC/Laptop, Photo Copy, Cetak Photo, Press Laminating, Cetak Kartu Nama/ID Card/Kartu Mahasiswa/Pelajar, Dll (085 341 403 442)

Selasa, 29 November 2016

Bahagia itu Sederhana


KATA HATI - Setiap diri berhak dan perlu merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Bahagia itu sederhana sekali bila kita dapat menerima hidup ini dengan selalu bersyukur atas pemberian Allah Swt dan bersabar atas kekurangan serta ketidaksempurnaan hidup kita. Maka, apapun yang terjadi dalam hidup ini tentu selalu ada hikmahnya. Dari beragam persoalan hidup, kerapkali membuat kita kehilangan kebahagiaan. Namun demikian dengan berbagai alasan, kita tetap berhak dan perlu merasa bahagia. Sebab dengan timbulnya rasa bahagia, tubuh akan memproduksi hormon serotonin, relaksin dan dopamin. Ketika hormon-hormon ini mengalir di dalam aliran darah, maka hormon ini akan merangsang sel-sel imun, yaitu sel-sel kekebalan tubuh yang dapat menggempur berbagai penyakit dalam tubuh kita. Selain itu, tubuh juga memiliki hormon endorfin yang dapat membuat perasaan kita nyaman, senang dan bersemangat. Tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin manakala hati kita senantiasa bahagia. Untuk itulah pentingnya kita merasa bahagia. Bukankah bahagia itu sederhana?

Jika Bahagia itu Sederhana, hal-hal Apa Saja yang Bisa Membuat Kita Bahagia?

1. Bersyukur Atas Apa yang Kita Miliki

Dengan bersyukur kita akan senantiasa merasa lebih dari cukup. Hidup kita pun akan dekat dengan bahagia bila kita merasa cukup dan tidak selalu menuntut sesuatu yang berlebih yang di luar batas kemampuan kita. Namun hal ini janganlah dijadikan pembenaran untuk membuat kita bermalas-malasan dalam bekerja apalagi sampai berhenti berupaya. Jangan jadikan rasa syukur ini sebuah alasan untuk kita membatasi diri dalam mencari rejeki dan menghentikan langkah kita dalam mengembangkan kemampuan diri. Kita dapat menciptakan kebahagiaan dengan mensyukuri apa yang kita miliki saat ini. Bukankah bahagia itu sederhana?

2. Merasa Beruntung dalam Setiap Keadaan

Kita akan seringkali dengan mudahnya menikmati kebahagiaan, bila kita selalu merasa beruntung dalam setiap keadaan. Ketika hidup kita berlebih soal materi, kita merasa beruntung sebab diberi kemudahan dalam menunjang kebutuhan hidup dan keperluan-keperluan lainnya. Saat hidup kita kekurangan soal materi untuk pemenuhan kebutuhan hidup, hal ini akan terasa sulit dan dibutuhkan ekstra upaya atau kreativitas untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan hidup kita. Namun di sisi lain, kita masih selalu bisa merasa beruntung karena masih diberikan kesehatan, meski dalam keadaan yang sulit sekalipun. Dan bagi yang sedang terbaring sakit pun masih bisa merasakan betapa beruntung hidupnya, karena dengan penderitaan yang dialami dari sakitnya ternyata memberi hikmah dan kesadaran diri untuk lebih mendekatkan diri kepada Illahi. Rasanya bahagia itu sederhana sebab keberuntungan sekecil apapun yang kita rasakan dan keberuntungan meski sepele apa pun yang kita kira, ternyata dapat menimbulkan rasa bahagia di hati kita.

3. Menikmati waktu senggang atau liburan bersama keluarga

Kita butuh merileksasikan diri untuk melepas kepenatan setelah sekian waktu menenggelamkan diri dalam rutinitas kesibukan pekerjaan. Seringkali kita terlupa bahwa diri dan keluarga berhak merasa senang dan bahagia dengan menikmati hasil dari yang telah kita lakukan hampir sepenuh hari bekerja. Sudah sepantasnya di kala waktu senggang atau saat hari libur, kita lalui bersama orang-orang yang kita sayangi; keluarga. Sebab untuk mendapatkan bahagia itu sederhana, bila kita dapat mengisi hari-hari dan menikmati waktu bercengkrama dengan pasangan hidup kita dan keluarga tentunya.

4. Menikmati Hal-Hal Sederhana yang Tak Biasa

Kalau hidup kita terasa monoton hanya dengan suatu hal atau pekerjaan yang itu-itu saja, barangkali kita butuh sejenak menikmati hal-hal sederhana yang tak biasa yang dapat membuat hati kita merasa bahagia, misalnya, menikmati nuansa pagi hari dengan berkeliling di sekitar perumahan kita, memperhatikan keceriaan anak-anak yang sedang bermain, bersosialisasi dengan tetangga lingkungan sekitar, dan lain sebagainya. Apapun hal positif yang bisa membuat kita bahagia, maka lakukanlah demi untuk kebahagiaan hati kita, sebab ternyata untuk merasakan bahagia itu sederhana, bukan?

5. Tersenyumlah walaupun sedang tak ingin dan tertawalah seperlunya

KATA HATI - Tersenyumlah maka dunia pun akan ikut tersenyum. Buktikan dengan kita senantiasa tersenyum pada pasangan hidup kita, pada kawan dan tetangga, maka bila hati mereka sedang tidak berduka serta bersih dari iri dan dengki, bisa dipastikan mereka pun akan membalas senyum kita. Selain juga bernilai ibadah, tersenyum dapat membuat hati kita bahagia. Namun ingat, jangan  senyum-senyum sendirian tanpa alasan ya. Bahagia itu sederhana, sesederhana kita tersenyum dan tertawa, namun tertawalah seperlunya, sebab dengan melepas tawa ketika kita menyimak suatu cerita yang lucu atau menonton acara komedi di televisi dapat memberikan kebahagiaan tersendiri di hati kita.

6. Menolong Orang Lain Sesuai Kesanggupan Kita

Menolong orang lain adalah kebaikan yang bernilai berkali lipat ganjaran pahala dan akan meninggikan derajat manusia. Dengan menolong orang lain dapat membuka pintu rahmat dan ampunan bagi kita. Mengasah kepekaan jiwa dan keperdulian terhadap sesama. Di balik rasa syukur kita atas apa yang kita dapat dan kita punya, masih terlihat jelas di sekeliling kita mereka yang membutuhkan uluran tangan. Akankah terketuk pintu hati kita untuk senantiasa bergerak untuk turut berbagi kepada sesama? Berbagi kebahagian dengan menolong mereka yang membutuhkan, selain memberi maanfaat untuk orang lain, kebaikan ini memberikan kontribusi kebahagiaan hati kita lebih besar lagi. Ingin bahagia itu sederhana, bukan?

7. Melakukan pekerjaan atau aktivitas yang kita sukai

Bekerja atau beraktivitas pada umumnya memang bagian dari kewajiban dan kebutuhan hidup kita. Dengan bekerja, selain dapat memenuhi kebutuhan hidup, kita pun dapat membuktikan diri menjadi manusia yang memiliki tanggung jawab dan manfaat bagi keluarga dan orang lain. Ketika kita melakukan pekerjaan atau aktivitas yang kita sukai, tentu kita lakukan sepenuh hati dan penuh semangat. Rasa bahagia itu sederhana, dengan suka cita terhadap pekerjaan tersebut menumbuhkan rasa senang dan bahagia yang mungkin tak di mengerti oleh sebagian orang di sekitar kita. Namun, selama pekerjaan atau aktivitas itu suatu hal yang positif, bermanfaat dan memberikan kebahagiaan, maka lakukan dengan konsisten, bertanggung jawab dan dengan rasa senang hati.
Demikian 7 hal sederhana yang bisa membuat kita bahagia. Berbahagialah, sebab bahagia itu sederhana.
Semoga bermanfaat.

Minggu, 27 November 2016

MERAIH BERKAH ALLAH SWT


KATA HATI - Keberkahan bisa diraih berkat beberapa amal shalih yang nyata telah kita lakukan. Misalnya sebagai berikut.
Pertama : Mensyukuri Segala Nikmat
Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas dasar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan manusia untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Dengan cara senantiasa mengingat bahwasanya kenikmatan tersebut datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, diteruskan mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya menafkahkan sebagai kekayaannya di jalan-jalan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang yang telah mendapatkan taufik untuk bersyukur, ia akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipatgandakan kenikmatan baginya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [Ibrahim : 7]
Pada ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri” [An-Naml : 40]
Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan kekal dan bertambah. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai” [8]
Sebagai contoh nyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara” [Saba : 15-16]
Tatkala bangsa Saba’ masih dalam keadaan makmur dan tenteram, Allah subhanahu wa Ta’ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan, dengan bersyukur, mereka dapat menjaga kenikmatan dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.
Kedua : Membayar Zakat (Sedekah)
Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” [Muttafaqun alaih]
Ketiga : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah
Sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, merupakan kekayaan yang tidak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhaan dengan segala rizki yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan datang kepadanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” [HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani]
Al-Munawi rahimahullah menyebutkan : “Penyakit ini (yaitu tidak puas dengan apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepadanya, pent) banyak dijumpai pada pemuja dunia. Hingga engkau temui salah seorang dari mereka meremehkan rizki yang telah dikaruniakan untuknya ; merasa hartanya sedikit, buruk, serta terpana dengan rizki orang lain dan menganggapnya lebih bagus dan banyak. Oleh karena itu, ia akan senantiasa membanting tulang untuk menambah hartanya , sampai umurnya habis, kekuatannya sirna ; dan ia pun menjadi tua renta (pikun) akibat dari ambisi yang digapainya dan rasa letih. Dengan itu, ia telah menyiksa tubuhnya, menghitamkan lembaran amalannya dengan berbagai dosa yang ia lakukan demi mendapatkan harta kekayaan. Padahal, ia tidak akan memperoleh selain apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tentukan untuknya. Pada akhir hayatnya, ia meninggal dunia dalam keadaan pailit. Dia tidak mensyukuri yang telah ia peroleh, dan ia juga tidak berhasil menggapai apa yang ia inginkan” [9]
Oleh karena itu, Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga kehormatan agama dan diri dalam setiap usaha yang ditempuhnya guna mencari rizki. Sehingga, seorang muslim tidak akan menempuh, melainkan jalan-jalan yang telah dihalalkan dan dengan telah menjaga kehormatan dirinya.
Keempat : Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa
Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan rizki dan keberkahannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang Nabi Hud Alaihissallam bersama kaumnya.
“Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuta dosa” [Hud : 52]
Akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Ad –berdasarkan keterangan para ulama tafsir- mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanita pun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu, Nabi Hud Alaihissallam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar. Sebab, dengan taubat dan istighfar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan. [10]
Kelima : Menyambung Tali Silaturahmi
Di antara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, yaitu menyambung tali silaturrahim. Ini merupakan upaya menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang akan terkait hubungan nasab dengan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” [Muttafaqun ‘alaih]
Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya, ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal shalih, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan ia terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. [11]
Keenam : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal.
Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, ialah memperolehnya dengan jalan yang halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” [HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim]
Salah satu yang mempengaruhi keberkahan ini ialah praktek riba. Perbuatan riba termasuk faktor yang dapat menghapus keberkahan.
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]
Ibnu Katsir rahimahullah berkata :”Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa Dia akan memusnahkan riba. Maksudnya, bisa saja memusnahkannya secara keseluruhan dari tangan pemiliknya, atau menghalangi pemiliknya dari keberkahan hartanya tersebut. Dengan demikian, pemilik riba tidak mendapatkan manfaat dari harta ribanya. Bahkan dengan harta tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya dalam kehidupan dunia, dan kelak di hari akhirat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksanya akibat harta tersebut” [12]
Bila mengamati kehidupan orang-orang yang menjalankan praktek riba, niscaya kita dapatkan banyak bukti bagi kebenaran ayat dan hadits di atas. Betapa banyak pemakan riba yang hartanya berlimpah, hingga tak terhitung jumlahnya, akan tetapi tidak satu pun dari mereka yang merasakan keberkahan, ketentraman dan kebahagiaan dari harta haram tersebut.
Begitu pula dengan meminta-minta (mengemis) dalam mencari rizki, termasuk perbuatan yang diharamkan dan tidak mengandung keberkahan. Dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta.
“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta-minta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari Kiamat, dalam keadaan tidak ada secuil daging pun melekat di wajahnya” [Muttafaqun alaih]
Ketujuh : Bekerja Saat Waktu Pagi.
Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah, ialah menanamkan semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jaunya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita.
Termasuk waktu yang paling baik untuk memulai bekerja dan mencari rizki, ialah waktu pagi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memanjatkan do’a keberkahan.
“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]
Hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, lantaran waktu pagi merupakan waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia. Saat itu pula, seseorang merasakan semangat usai beristirahat di malam hari. Oleh karenanya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan keberkahan pada waktu pagi ini agar seluruh umatnya memperoleh bagian dari doa tersebut.
Sebagai penerapan langsung dari doa ini, bila mengutus pasukan perang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya di pagi hari, sehingga pasukan diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.
Contoh lain dari keberkahan waktu pagi, ialah sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Shakhr Al-Ghamidi Radhiyallahu ‘anhu. Yaitu perawi hadits ini dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shakhr bekerja sebagai pedagang. Usai mendengarkan hadits ini, ia pun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya kecuali di pagi hari. Dan benarlah, keberkahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat ia peroleh. Diriwayatkan, perniagaannya berhasil dan hartanya melimpah ruah. Dan berdasarkan hadits ini pula, sebagian ulama menyatakan, tidur pada pagi hari hukumnya makruh.
Masih banyak lagi amalan-amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. Apa yang telah saya paparkan di atas hanyalah sebagai contoh
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq dan keberkahan-Nya kepada kita semua. Dan semoga pemaparan singkat ini dapat berguna bagi saya pribadi dan setiap orang yang mendengar atau membacanya. Tak lupa, bila pemaparan diatas ada kesalahan, maka hal itu datang dari saya dan dari setan, sehingga saya beristighfar kepada Allah. Dan bila ada kebenaran, maka itu semua atas taufik dan inayah-Nya.
Kedelapan : Menghindari zina
Wallahu a’lam bish-shawab
Footnotes
[8]. Tafsir Al-qurthubi, 13/206
[9]. Faidhul Qadir, 2/236
[10]. Lihat Tafsir Ath-Thabari (15/359) dan Tafsir Al-Qurthubi (9/51)
[11]. Lihat Syarhu Shahih Muslim (8/350) dan Aunul Ma’bud (4/102)

[12]. Tafsir Ibnu Katsir, 1/328


By:UdhinkHasrulParakkasi.blogspot.co.id

Cara Membuat Menu Navigasi Drop-down di Blogspot

  cara membuat menu navigasi drop-down di Blogspot  ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Anda hanya membutuhkan sedikit penyesuaian HTML...